Seberapa Penting Istirahat untuk Anak Sekolah?

Pelajar zaman sekarang semakin disibukkan oleh jam belajar-mengajar di sekolah yang semakin panjang. Ditambah lagi dengan jadwal les sepulang sekolah. Sesampainya di rumah, paling-paling cuma mandi dan makan lalu harus lanjut lagi dengan mengerjakan PR dan juga belajar untuk ujian esok harinya.

Di sepanjang aktifitasnya itu para pelajar hampir selalu menggunakan teknologi digital. Mulai dari komputer, smartphone, tablet, LCD projector, LED TV, dan masih banyak lagi, dimana perangkat ini menghasilkan radiasi sinar yang berbahaya bagi mata seperti blue light, UV dan infrared. Oleh karena itu penggunanya rentan terkena degenerasi makula dan kerusakan jaringan lainnya pada mata..

Untuk mengistirahatkan mata, dibutuhkan waktu istirahat yang cukup, khususnya tidur yang secara total memejamkan mata. Waktu tidur yang baik untuk anak-anak sebetulnya adalah 8-9 jam dalam sehari. Waktu yang lebih lama daripada orang dewasa ini karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Daripada begadang hingga tengah malam, akan lebih baik jika bangun subuh untuk lanjut mengerjakan tugas-tugas.

Padatnya aktifitas dan waktu istirahat yang sedikit, dapat memicu stress pada anak. Stress ini bisa berakibat sulit tidur di malam hari. Itulah sebabnya ada beberapa anak yang mengalami insomnia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh professor ilmu pelaku dari Fakultas Kesehatan Umum Universitas Texas di Houston dan ketua tim studi tersebut, Robert E. Roberts, PHD berdasarkan kuesioner yang teah diisi oleh remaja berusia 11-17 tahun, insomnia tersebut berkaitan dengan depresi, cemas, dan tindakan abuse.

Saat siang hari pun, akan lebih baik sebetulnya jika ada waktu istirahat yang digunakan secara maksimal. Menurut Fabiolla Priscilla Setiawan, MPsi, Psikolog Anak dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, berikut ini adalah beberapa jenis istirahat di sekolah yang bisa dilakukan agar konsentrasi bisa kembali:

  1. Makan siang sambal ngobrol dengan teman-teman. Hal ini bisa membantu anak untuk belajar bersosialisasi.
  2. Melakukan aktifitas fisik/ gerak seperti olahraga agar semangat dapat terbangun kembali, tetapi jangan terlalu berat. Aktifitas fisik yang terlalu berat dapat menyebabkan anak kelelahan untuk melanjutkan aktifitas lainnya.

Istirahat siang yang baik adalah tidur. Bukan cuma anak-anak, orang dewasa pun akan baik jika memiliki waktu untuk tidur siang selama sekitar 45 menit untuk memaksimalkan kembali kinerja mereka. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh health.harvard.edu dan dailymail.co.uk.

Jika waktu yang digunakan kurang dari 45 menit akan ada kemungkinan menjadi pusing karena masih kurang bagi tubuh dan bisa saja ada reaksi kaget. Sedangkan jika lebih dari 45 menit dapat mempengaruhi jam tidur malam. Untuk beberapa orang, tidur siang berlebihan di siang hari akan berakibat munculnya rasa malas dan justru sulit tidur di malam harinya.

Selain itu, kurang tidur bisa menyebabkan munculnya lingkaran hitam di sekitar mata. Lingkaran hitam ini muncul karena meningkatnya produksi hormon kortisol pada orang yang kurang tidur. Hormon kortisol ini dapat merusak kolagen yang berfungsi untuk menghaluskan dan menjaga kekenyalan kulit.

(RR)

 

Sumber:

lifestyle.okezone.com | combiphar.com | kompasiana.com