Tingkat Kemampuan Daya Ingat

Daya ingat seseorang tergantung pada seberapa banyak memori yang masuk ke ingatan kita yang akan membentuk suatu proses koneksi impuls yang baru. Masuknya memori ke ingatan kita dapat melalui indra penglihatan dan pendengaran melalui beberapa proses yang akhirnya sampai di otak kita. Menurut penelitian pada saat menyimpan memori akan terbentuknya lipatan baru pada otak, biasanya segala informasi yang masuk ke dalam otak akan terproses lalu tersimpan, tetapi tidak semua orang dapat memproses informasi secara menyeluruh sehingga masuk kedalam otak. Kejadian tersebut biasanya disebut dengan short-term memories atau ingatan jangka pendek.

This image has an empty alt attribute; its file name is Tingkat-Kemampuan-Daya-Ingat1-1024x683.jpg

Kemampuan mengingat pada seseorang itu berbeda-beda, ada yang mudah lupa dan mudah ingat. Jika dibandingkan berdasarkan gender, ingatan pria tidak sebaik dengan ingatan wanita. Laki-laki lebih dianggap sebagai orang yang pelupa sedangkan perempuan memiliki ingatan yang lebih tajam. Hal ini disebabkan, berdasar pada penelitian pada Journal of American Medical Association tahun 2015 tercatat bahwa wanita lebih efektif dalam mengingat kejadian yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Berdasarkan faktor biologis, tubuh wanita lebih memiliki kandungan hormon estrogen dan estradiol lebih banyak dibanding laki-laki, hormon tersebut berguna dalam menjaga kesehatan otak.

Terdapat sebagian orang yang dapat mengingat hal-hal yang terjadi semasa hidupnya, kondisi ini biasa disebut dengan HSAM atau Highly Superior Autobiographical Memory. Sindrom ini membuat manusia memiliki ingatan terhadap kejadian di masa lalunya dengan sangat baik. Begitu detailnya, orang yang mengalami sindom ini dalam mengingat dan merasakan apa yang telah ia lakukan di masa lalunya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Tingkat-Kemampuan-Daya-Ingat2.jpg

Dalam mengingat sesuatu hal dapat dibagi menjadi dua yaitu ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Kedua ingatan tersebut disimpan dalam bagian otak yang berbeda, dalam melakukan  atau mengalami kejadian hal yang biasa, otak akan menyimpannya dalam ingatan jangka pendek misalkan seperti pakaian yang dikenakan sehari sebelumnya dan biasanya ingatan ini akan segera dilupakan. Sedangkan ingatan sesuatu hal yang berkesan dan memiliki arti bagi kita, akan tersimpan di ingatan jangka panjang.

Bagi sesorang yang lebih sering mengalami ingatan jangka pendek dapat melakukan beberapa cara demi meningkatkan daya ingat, misalkan seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, cukup istirahat dan banyak mengonsumsi omega-3. Selain cara itu,  faktor lain seperti pendidikan dan kesehatan juga berpengaruh dalam membentuk daya ingat.

Proses masuknya informasi melalui penglihatan akan bergantung pada kejelasan dan kejelian seseorang dalam melihat. Bagi orang yang berkacamata dengan menggunakan lensa yang lebih jelas akan dapat membantu juga dalam meningkatkan ingatan. Lensa yang terdapat lapisan anti debu dan goresan seperti yang terdapat pada lensa Excellenz, akan lebih memudahkan seseorang yang berkacamata dalam mengingat akan suatu hal.

(MF/RR)

Sumber :

Kumparan.com

Sains.kompas.com

Bobo.grid.id